detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 07:12 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 03/10/2013 18:14 WIB

Korban Dokter Kandungan Gadungan Capai Ratusan Orang

Reynita Carlina - detikNews
Obat-obatan yang digunakan berpraktik
Surabaya - Korban pasutri dokter kandungan gadungan mencapai ratusan orang. Namun, tak semua korban gagal mengalami kehamilan. Sebagian berhasil hamil hingga melahirkan.

"Dari catatan di buku tersangka, terdapat 375 pasien. Yang berhasil hamil hingga persalinan sebanyak 125 orang," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta kepada wartawan di Polsek Wonokromo, Kamis (3/10/2013).

Menurut Setija, jumlah korban masih bisa bertambah. Ia menduga, korban yang pernah berkonsultasi pada pasutri Djauhari Prayogo (56) dan Lucia Sudiarti (48) ini mencapai 500 orang atau bahkan lebih.

"Saya tidak yakin korbannya 375 orang. Pati lebih 500 orang atau lebih. Bahkan bisa mencapai ribuan orang," ungkap Setija.

Pada setiap praktiknya, kedua tersangka mematok harga sebesar Rp 2 juta untuk pasien yang ingin memiliki anak. Setelah pasiennya setuju, maka Djauhari dibantu istri melakukan operasi medis yakni memasukkan obat penyubur ke dalam rahim korbannya.

Tak hanya itu, selayaknya dokter asli, tersangka juga melakukan penyuntikan pada korbannya, hingga memberikan resep terhadap para pasien untuk ditebus di apotek.

Sampai saat ini, lanjut Setija, polisi masih mendalami kasus ini. Terkait korban, ia mendapat data nama dan alamat lengkap para korban di buku tersangka. Dari situ, ia akan melacak pasien-pasien lain dokter gadungan tersebut yang belum terungkap.

Diberitakan sebelumnya, pasutri dokter kandungan gadungan dibekuk polisi, Minggu (29/9/2013) malam di rumah sekaligus tempat praktiknya di Jalan Pulo Wonokromo Surabaya. Kedua tersangka mengaku telah melakukan praktik ilegalnya semenjak Juli 2011. Penangkapan tersangka bermula dari laporan salah satu korbannya yang sudah mengandung 15 bulan, namun saat melakukan USG di RS DKT Gubeng, dokter menyatakan ia tak hamil.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(iwd/iwd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%