detikcom
Kamis, 03/10/2013 18:14 WIB

Korban Dokter Kandungan Gadungan Capai Ratusan Orang

Reynita Carlina - detikNews
Obat-obatan yang digunakan berpraktik
Surabaya - Korban pasutri dokter kandungan gadungan mencapai ratusan orang. Namun, tak semua korban gagal mengalami kehamilan. Sebagian berhasil hamil hingga melahirkan.

"Dari catatan di buku tersangka, terdapat 375 pasien. Yang berhasil hamil hingga persalinan sebanyak 125 orang," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta kepada wartawan di Polsek Wonokromo, Kamis (3/10/2013).

Menurut Setija, jumlah korban masih bisa bertambah. Ia menduga, korban yang pernah berkonsultasi pada pasutri Djauhari Prayogo (56) dan Lucia Sudiarti (48) ini mencapai 500 orang atau bahkan lebih.

"Saya tidak yakin korbannya 375 orang. Pati lebih 500 orang atau lebih. Bahkan bisa mencapai ribuan orang," ungkap Setija.

Pada setiap praktiknya, kedua tersangka mematok harga sebesar Rp 2 juta untuk pasien yang ingin memiliki anak. Setelah pasiennya setuju, maka Djauhari dibantu istri melakukan operasi medis yakni memasukkan obat penyubur ke dalam rahim korbannya.

Tak hanya itu, selayaknya dokter asli, tersangka juga melakukan penyuntikan pada korbannya, hingga memberikan resep terhadap para pasien untuk ditebus di apotek.

Sampai saat ini, lanjut Setija, polisi masih mendalami kasus ini. Terkait korban, ia mendapat data nama dan alamat lengkap para korban di buku tersangka. Dari situ, ia akan melacak pasien-pasien lain dokter gadungan tersebut yang belum terungkap.

Diberitakan sebelumnya, pasutri dokter kandungan gadungan dibekuk polisi, Minggu (29/9/2013) malam di rumah sekaligus tempat praktiknya di Jalan Pulo Wonokromo Surabaya. Kedua tersangka mengaku telah melakukan praktik ilegalnya semenjak Juli 2011. Penangkapan tersangka bermula dari laporan salah satu korbannya yang sudah mengandung 15 bulan, namun saat melakukan USG di RS DKT Gubeng, dokter menyatakan ia tak hamil.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(iwd/iwd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%