detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 22:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 03/10/2013 17:55 WIB

Pasutri Dokter Kandungan Gadungan Diringkus

Reynita Carlina - detikNews
Surabaya - Pasangan suami istri (pasutri) yang mengaku sebagai dokter kandungan diringkus polisi. Keduanya ditangkap di tempat praktiknya di Jalan Pulo Wonokromo Surabaya.

Mereka adalah Djauhari Prayogo (56) dan istrinya Lucia Sudiarti (48). Dalam praktiknya, Djauhari menggunakan nama dr. Hari Prayogo SpOG. Namun nama itu tak ada dalam tempat praktiknya.

"Tidak ada plang nama ataupun papan nama dokter kandungan di rumah dan tempat praktik tersangka," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta kepada wartawan di Polsek Wonokromo, Kamis (3/10/2013).

Setija menerangkan, penangkapan tersangka bermula dari laporan salah seorang korbannya, Dwi S (36), warga Jalan Pandugo Surabaya. Dwi melakukan pelaporan karena tak juga melahirkan meski usia kandungannya sudah berumur 15 bulan.

"Sebelumnya korban menjalani pemeriksaan kandungan di tempat praktik tersangka," lanjut Setija.

Korban sendiri sudah menikah selama 9 tahun. Namun ia tak juga dikaruniai momongan. Korban akhirnya datang ke tempat praktik tersangka setelah disarankan oleh temannya. Korban kemudian datang bersama suaminya ke tempat praktik tersangka pada Desember 2011.

Tersangka kemudian menyarankan korban untuk mengikuti program ingin memiliki anak dengan cara operasi medis berbiaya Rp 2 juta rupiah. Operasi yang dilakukan pun berhasil. Perut korban membesar. Namun saat sudah memasuki bulan ke 15, korban tak juga melahirkan. Hingga akhirnya korban memeriksakan diri ke USG RS DKT Gubeng Surabaya.

"Saat diperiksa USG, korban ternyata tidak hamil, tapi berat badannya nambah hingga 22 kg. Karena korban kecewa, akhirnya melaporkan ke polisi," papar Setija.

Dari situ, lanjut Setija, polisi kemudian menangkap tersangka pada, Minggu (29/9/2013) di rumah tersangka sekitar pukul 23.30 WIB. Saat ditangkap, tersangka sedang melakukan pemeriksaan kepada pasiennya yang juga tengah hamil 9 bulan.

"Tersangka sudah berpraktik sejak tahun 2011. Untuk saat ini, kami masih dalami kasus ini," tandas Setija.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(iwd/iwd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
82%
Kontra
18%