Kamis, 03/10/2013 17:55 WIB

Pasutri Dokter Kandungan Gadungan Diringkus

Reynita Carlina - detikNews
Surabaya - Pasangan suami istri (pasutri) yang mengaku sebagai dokter kandungan diringkus polisi. Keduanya ditangkap di tempat praktiknya di Jalan Pulo Wonokromo Surabaya.

Mereka adalah Djauhari Prayogo (56) dan istrinya Lucia Sudiarti (48). Dalam praktiknya, Djauhari menggunakan nama dr. Hari Prayogo SpOG. Namun nama itu tak ada dalam tempat praktiknya.

"Tidak ada plang nama ataupun papan nama dokter kandungan di rumah dan tempat praktik tersangka," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta kepada wartawan di Polsek Wonokromo, Kamis (3/10/2013).

Setija menerangkan, penangkapan tersangka bermula dari laporan salah seorang korbannya, Dwi S (36), warga Jalan Pandugo Surabaya. Dwi melakukan pelaporan karena tak juga melahirkan meski usia kandungannya sudah berumur 15 bulan.

"Sebelumnya korban menjalani pemeriksaan kandungan di tempat praktik tersangka," lanjut Setija.

Korban sendiri sudah menikah selama 9 tahun. Namun ia tak juga dikaruniai momongan. Korban akhirnya datang ke tempat praktik tersangka setelah disarankan oleh temannya. Korban kemudian datang bersama suaminya ke tempat praktik tersangka pada Desember 2011.

Tersangka kemudian menyarankan korban untuk mengikuti program ingin memiliki anak dengan cara operasi medis berbiaya Rp 2 juta rupiah. Operasi yang dilakukan pun berhasil. Perut korban membesar. Namun saat sudah memasuki bulan ke 15, korban tak juga melahirkan. Hingga akhirnya korban memeriksakan diri ke USG RS DKT Gubeng Surabaya.

"Saat diperiksa USG, korban ternyata tidak hamil, tapi berat badannya nambah hingga 22 kg. Karena korban kecewa, akhirnya melaporkan ke polisi," papar Setija.

Dari situ, lanjut Setija, polisi kemudian menangkap tersangka pada, Minggu (29/9/2013) di rumah tersangka sekitar pukul 23.30 WIB. Saat ditangkap, tersangka sedang melakukan pemeriksaan kepada pasiennya yang juga tengah hamil 9 bulan.

"Tersangka sudah berpraktik sejak tahun 2011. Untuk saat ini, kami masih dalami kasus ini," tandas Setija.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(iwd/iwd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%