detikcom
Kamis, 03/10/2013 10:54 WIB

Kasus Akil Mochtar, Suap Kembali Terjadi di Rumah Dinas Milik Negara

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dibekuk KPK di rumah dinasnya. Ini adalah insiden kedua setelah mantan Kepala SKK Migas juga dibekuk karena suap di rumah dinas.

Penangkapan dilakukan di Jl Widya Chandra III No 7, Jakarta Selatan. Itu adalah kompleks ekslusif milik para pejabat negara. Mulai dari level menteri hingga pemimpin lembaga negara lainnya.

Rumah dinas itu memiliki dua lantai. Halamannya cukup luas dengan garasi yang lega. Mobil dinas RI 9 milik Akil yang dibelit segel KPK terparkir di garasi itu.

Pada Rabu (2/10) malam, KPK mendatangi rumah dinas tersebut. Menggunakan tiga mobil, mereka langsung menangkap Akil, anggota DPR Chairun Nisa, seorang pengusaha bernama Cornelis. Mereka sedang bertransaksi suap terkait dengan sengketa Pilkada di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Ketiga orang itu tak bisa berkutik saat tim penyidik melihat adanya uang dalam pecahan dolar Singapura. Nilainya bila dikonversi seharga Rp 2-3 miliar. Barang bukti ada di rumah tersebut.

Selain di rumah Akil, KPK juga menangkap Bupati Gunung Mas Hambit Bintih di hotel Redtop dan seorang pria berinisial DH.

Untuk kesekian kalinya, KPK menangkap penyelenggara negara dalam kasus suap. Bila dalam beberapa perkara, ada perantara yang melakukan eksekusi, kali ini Akil langsung ikut 'bertransaksi'. Bahkan di rumah dinasnya sendiri. Sebelumnya, Rudi juga ditangkap di rumah dinasnya di Jl Brawijaya, Jaksel.




Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mad/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%