Selasa, 01/10/2013 19:47 WIB

Pegawai Outsourcing PLN Ancam Akan Padamkan Listrik Se-Jateng dan DIY

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Semarang - Ratusan pegawai outsourcing PLN Distribusi Jateng dan DIY melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Jateng sore ini. Mereka mengancam akan melakukan aksi pemadaman listri se-Jateng dan DIY jika tuntutan mereka tidak terpenuhi.

Ketua serikat pekerja nasional outsourcing PLN jateng dan DIY, Suwardiyono mengatakan pihaknya menuntut agar PLN mengangkat 10.111 pekerja outsourcing PLN Distribusi Jateng dan DIY sebagai pegawai tetap agar hak-hak mereka terpenuhi.

"Kegiatan hari ini berdasar rekomendasi rapat akbar pekerja outsourcing PLN. Menuntut PLN agar diangkat sebagai pekerja tetap," kata Suwardiyono di depan gerbang gedung DPRD Jateng, Selasa (1/10/2013).

Mereka juga mengancam akan melakukan aksi mogok jika tuntutannya tidak terpenuhi. Rencananya mulai tanggal 3 hingga 17 Oktober mereka akan melakukan pembangkangan dengan tidak melakukan pekerjaan.

Jika masih belum ada tanggapan, pada tanggal 18 hingga 20 Oktober akan melakukan mogok kerja masiv, kemudian tanggal 21 Oktober akan mogok total dan berpusat di Semarang. Mereka juga mengancam pada tanggal 28 sampai 30 Oktober akan dilakukan blackout.

"Blackout itu pemadaman listrik se-Jateng dan DIY," pungkasnya.

Dalam aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD itu, pengunjuk rasa juga membawa surat petisi pernyataan sikap tuntutan agar pekerja outsourcing diangkat menjadi pegawai tetap. Rencananya surat tersebut akan diberikan ke Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Namun Ganjar ternyata tidak sedang berada di kantornya karena kegiatan lain.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(alg/rvk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%