detikcom
Selasa, 01/10/2013 17:50 WIB

Gatot Supiartono, Nama Suami Holly Angela yang Tercatat Dalam Dokumen

Mulya Nurbilkis - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Identitas suami Holly Angela kini diketahui. Dari sebuah dokumen yang diperoleh detikcom, tercatat nama suami Holly bernama Gatot Supiartono. Siapa Gatot tak jelas. Hanya saja disebutkan bahwa pekerjaan Gatot auditor.

Penegasan soal pekerjaan Gatot ini diamini Tati, perempuan yang rumahnya dijadikan alamat rumah Holly di Jl Talang, Kelurahan Pegangsaan, Jakarta Pusat. "Pekerjaannya auditor," jelas Tati, Selasa (1/10/2013)

Dokumen soal Gatot ini tercatat di sebuah kartu milik Holly. Di kartu tersebut, Holly menuliskan nama kepala keluarganya yakni, Gatot Supiartono.

Di dokumen terpisah, tercatat juga nama Gatot Supiartono. Gatot lahir di Jakarta pada 9 Oktober 1959 dan beralamat sama dengan Holly di E/09/AT.

Seorang petugas ditunjukkan foto saat Holly berdua dengan seorang pria. Dia meyakini bahwa pria itu adalah Gatot yang pernah mengantar Holly.

Siapa Gatot sebenarnya? Hingga kini belum diketahui apa profesinya. Namun dari keterangan petugas keamanan di Kalibata City, Gatot disebut berada di Australia. Soal tugas ke Australia juga dibenarkan oleh I, yang sudah dianggap adik angkat oleh Holly.

Sempat beredar bahwa Gatot bekerja di BPK, tapi ini hanya kabar saja. Pimpinan BPK Ali Masykur Musa dan Hasan Bisri yang dikonfirmasi hanya merespons singkat. Gatot juga sulit dikonfirmasi. Next

Halaman 1 2

Korban salah tangkap dibakar hidup hidup dan ditembak agar mengakui tuduhan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
53%
Kontra
47%