detikcom
Selasa, 01/10/2013 15:58 WIB

Menangkal Perburuan Cula Badak

Menimbang Perlunya Hutan Kedua untuk Badak Jawa

Hardani Triyoga - detikNews
Halaman 1 dari 3
Foto: WWF-Indonesia
Lampung - Ujung Kulon kini menjadi satu-satunya habitat yang tersisa bagi kebaradaan badak Jawa di Indonesia. Perlu dibentuk lokasi populasi kedua di daerah lain atau trans lokasi untuk mengantisipasi kepunahan badak jawa.

Staf ahli Balai Taman Nasional Ujung Kulon Mamat Rahmat mengatakan sistem trans lokasi sudah dilakukan di India dan Afrika Selatan. Kedua negara itu sudah mengembangkan populasi badak dengan cara trans lokasi.

Cara ini dinilai berhasil, karena sebelumnya di kedua negara tersebut hanya ada puluhan namun kini sudah menjadi ribuan ekor. Hanya memang metode trans lokasi ini masih harus dikaji lagi.
Salah satunya dengan mengamati langsung dan belajar metode trans lokasi di Afrika Selatan, dan India.

Mamat mengaku, pihaknya telah menyiapkan beberapa lokasi yang sesuai sebagai habitat kedua bagi badak Jawa. Yakni hutan Cikeusik dan Sobang di Banten, serta suaka margasatwa Cikepuh, Sukabumi dan Leuwing Sancang, di Tasikmalaya.

Pemilihan lokasi tersebut dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti ketersediaan ekosistem dan kondisi habitat dalam jangka panjang.

“Kami perhatikan iklim, juga suhu kelembaban, serta topografi wilayah itu untuk kesuaian badak. Tapi, daerah yang tidak curam juga dilihat karena badak jawa biasa di daerah datar. Beda dengan badak Sumatera yang masih ke tempat curam-curam,” kata Mamat saat ditemui detikcom di Way Kambas, Jumat (27/9) akhir pekan lalu.

Trans lokasi diharapkan bisa meningkatkan populasi badak Jawa secara bertahap. Metode ini bisa memunculkan badak berusia anak dan remaja. Menurut Mamat, percuma bila suatu habitat badak didominasi usia tua serta banyak jenis kelamin jantan. Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(erd/erd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%