detikcom
Selasa, 01/10/2013 11:53 WIB

Tragedi Berdarah Kalibata City

Tak Semua Lift Kalibata City Mengharuskan Kartu Akses

Mulya Nurbilkis - detikNews
Jakarta - Semua penghuni atau pengunjung unit apartemen harus menggunakan kartu akses untuk menuju unit yang ditujunya. Jika tidak, maka ia tidak akan masuk di area lobi lift apartment dan akhirnya tak bisa menuju lantai yang dituju.

Pada dasarnya, kartu akses ini dijadikan sebagai filter agar tak sembarangan orang dapat keluar masuk apartemen. Setiap orang yang ingin naik ke unit apartment. Setelah masuk ke lobi lift, saat memasuki lift, ia harus menempelkan kartu aksesnya untuk menuju unitnya.

Kartu akses itupun hanya bisa dipakai untuk lantai yang ditempatinya. Sistem lift tidak akan membaca jika pemilik kartu memencet tombol lantai selain huniannya.

Namun, tak semua lift di apartment Kalibata City menggunakan sistem tersebut. Dari pengakuan beberapa penghuni, dari 3 lift yang berfungsi setiap hari, biasanya ada salah satu lift yang dapat mengakses seluruh lantai tanpa perlu menempelkan kartu aksesnya.

"Dalam sehari, biasanya ada 1 yang 'plong'. Lift lainnya harus pakai kartu," kata. A, seorang pembantu rumah tangga salah satu unit di lantai 8 tower Ebony, pada detikcom di Apartment Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (1/10/2013).

Tak hanya itu, diakui beberapa penghuni jika petugas sekuriti tower juga tidak melakukan patroli di setiap lantai. CCTV pun hanya ada di lobi lift. Tidak ada di cctv yang diletakkan di setiap lorong.

Masalah kartu akses ini menjadi perhatian menyusul ditemukannya jasad seorang pria di pelataran Tower Ebony apartemen Kalibata City. Pada saat yang bersamaan, di lantai 9 tower itu ditemukan jasad seorang wanita atas nama Holly Angela dengan bekas penganiayaan.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(bil/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%