Senin, 30/09/2013 14:18 WIB

Datangi Ridwan Kamil, Pengemis Minta Gaji hingga Rp 10 Juta

Avitia Nurmatari - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung - Sekelompok pengemis dan anak jalanan yang sempat melakukan aksi demonstrasi ke kantor DPRD Kota Bandung, Jalan Aceh juga mendatangi kantor Wali Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (30/9/2013). Mereka menuntut gaji dengan nominal jutaan rupiah, apabila Pemkot Bandung mempekerjakan mereka sebagai tukang bebersih.

Di depan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, salah seorang orator dari Gerakan Masyarakat Djalanan (GMD), Priston, menyampaikan aspirasi para pengemis yang menuntut pekerjaan dari Pemkot Bandung.

"Mereka ingin pemerintah memberikan pekerjaan agar tidak kembali ke jalan" ujar Priston dalam orasinya.

Emil sapaan akrabnya, yang berhadapan langsung dengan mereka langsung menyampaikan tanggapannya.

"Tidak ada manusia yang tidak ingin bahagia. Saya punya anak kecil, saya juga sedih harusnya mereka belajar tapi karena kebutuhan ekonomi malah keluyuran di jalan," ucapnya.

Ia pun kemudian menawarkan solusi kepada para pengemis tersebut. "Kalau saya kasih pekerjaan ibu-ibu mau tidak? Kalau saya gaji per hari ibu-ibu mau janji tidak akan kembali ke jalan? Karena tidak ada yang lebih bermartabat daripada bekerja," tanya Emil.

Sekelompok pengemis yang mayoritas ibu-ibu tersebut pun dengan kompak menjawab "Mau!," seru mereka.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(avi/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%