detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 07:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 29/09/2013 12:11 WIB

Ikut Tanam Kedelai di Bantul, Jokowi Jadi Sasaran Foto

Ferdinan - detikNews
Bantul, - Kehadiran Joko Widodo di Bantul dalam acara penanaman bibit kedelai, menjadi pusat perhatian warga. Gubernur DKI Jakarta ini menjadi incaran warga yang berebut memotretnya dengan kamera telepon genggam.

"Pak Jokowi, Pak Jokowi," sapa para petani untuk menarik perhatian Jokowi. Jokowi yang menoleh sambil tersenyum itu langsung mereka potret.

Acara penanaman kedelai berlangsung di Desa Tirtohargo, Bantul, Yogyakarta, Minggu (29/9/2013). Hadir dalam acara ini adalah Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang merupakan kader PDIP.

Mega dalam pidatonya mengkritik kebijakan impor pangan. Padahal, Indonesia memiliki sumber daya pangan yang bisa dimaksimalkan.

"Apa arti berdaulat kita sendiri yang mengadakan, bagaimana pemerintah serius melakukan manajemen memberdayakan petani yang jumlahnya paling besar di republik kita," ujar Mega.

Usai pemberian benih kedelai kepada kelompok tani, Mega bersama para gubernur dan Bupati Bantul Sri Surya Widati menanam kedelai di lahan yang digarap petani. Jokowi tampak cekatan menaruh kedelai ke lahan yang sudah dilubangi.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(fdn/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%