detikcom
Minggu, 29/09/2013 09:47 WIB

Penjelasan Rektor Unand Padang Soal Hanyutnya 8 Mapala di Sungai

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Sebanyak 8 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) Padang hanyut di sungai Batang Kuranji. Mereka belum melakukan kegiatan utama seperti arung jeram, tapi baru survei lokasi. Berikut penjelasan rektor mengenai kegiatan tersebut.

"Ini kegiatan rutin Mapala Unand sejak tahun 1989, selalu mengambil rute dari Belimbing hingga Patamuan, Batu BUsuk, Padang," kata Rektor Unand Dr Werry Darta Taifur dalam rilisnya, Minggu (29/9/2013).

Setiap anggota mapala dipastikan mengenal rute tersebut dengan baik. Saat kejadian, mahasiswa menyeberang Sungai Padang Janiah untuk kembali ke kampus. Namun nahas, baru bergerak 1 meter, air bah datang. Sejumlah mahasiswa terseret arus.

Sejatinya, pendidikan dasar mapala yang ke-24 dilaksanakan September, tapi pengurus dan panitia mengundur jadwal menjadi November dengan alasan cuaca. Sabtu (28/9) kemarin, panitia mencari rute alternatif.

"Mereka survei dan sore harinya kegiatan tersebut berakhir. Namun musibah air bah datang, 6 orang terbawa arus, dua orang ditemukan meninggal, 4 orang masih dicari dan dua orang lagi selamat," kata Werry.

Versi BPBD Sumatera Barat, korban berjumlah 8 orang. Hingga Minggu (29/9) dini hari, empat orang ditemukan, 2 selamat dan 2 meninggal.

Werry menyebut kegiatan mapala terjadwal dan sudah diizinkan pihak kampus. "Ada izin dari orangtua (mahasiswa) juga. Yang ikut dalam kegiatan Sabtu kemarin adalah anggota yang telah mempunyai ketrampilan tentang kegiatan di alam bebas. Namun Tuhan berkehendak lain, mereka menjadi korban keganasan air bah di sungai Padang Janiah," tutupnya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(cha/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%