Detik.com News
Detik.com
Jumat, 27/09/2013 17:26 WIB

Korban Pencabutan Pentil Protes Mobil TNI Tidak Kena Razia di Jl Pramuka

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Korban Pencabutan Pentil Protes Mobil TNI Tidak Kena Razia di Jl Pramuka Foto: Ilustrasi
Jakarta - Petugas mencabut pentil ban kendaraan yang diparkir sembarangan di Jl Pramuka, Jakarta Timur. Seorang pengendara yang mobilnya dicabut pentilnya kesal karena ada mobil TNI yang parkir tapi tidak kena razia.

"Ini gimana sih, yang lain dikempesin itu mobil TNI tidak dikempesin, malah disuruh pergi. Kalau mau adil semua dikempesin, jangan mentang-mentang TNI dibiarin. Harusnya jelas dong kalau ini bukan area parkir dikasih tahu," kata Yeni, pemilik Avanza yang bannya dikempesin petugas di Jl Pramuka, Jumat (27/9/2013).

Sebelumnya, memang ada sebuah mobil TNI 93185-00 yang tidak dikempesi petugas. Sopir mobil ini lari keluar dari sebuah lapo (restoran khas Medan) dan memindahkan mobil Avanza yang dipakainya. Pengendara mobil berpakaian sipil ini berlari tanpa mengenakan sepatu. Dia lantas meninggalkan lokasi tanpa mengambil sepatunya dari dalam restoran.

Gabriel Hutahuruk, pengemudi Suzuki Ertiga yang dikempesi petugas, juga protes. Dia merasa harusnya petugas mencari lebih dulu pemilik mobil untuk memberi kesempatan sopir memindahkan mobilnya. "Kita kan lagi di restoran di dalam, kalau bisa ke dalam dong, bilang jangan main dikempesin. Kalau kaya begini kan repot," katanya.

Seorang pria berusia 60-an tahun juga kaget melihat mobil Viosnya dikempesi. Pria itu kemudian mencoba memompa mobil yang dicabut pentilnya itu dengan pompa sepeda yang dibawanya.

"Ini kalau pakai pompa bisa tidak ya dipompa?" tanyanya.

Meski banyak yang protes, banyak juga pengendara yang mendukung operasi cabut pentil. Para pendukung adalah mereka yang merasa parkir di badan jalan di kawasan itu mengganggu lalu lintas. "Cabutin saja Pak, semuanya bikin macet saja. Ratain saja semua," teriak pengendara motor yang melintas.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(edo/nal)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%