detikcom
Jumat, 27/09/2013 15:31 WIB

Calon Tunggal Kapolri

Perjalanan Karier Komjen Sutarman

Rachmadin Ismail - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuk Komjen Sutarman sebaga calon tunggal Kapolri, setelah isu pergantian Jenderal Timur Pradopo berhembus bulan-bulan lalu. Mari kita tengok perjalanan karier calon Tribrata-1 tersebut.

Sutarman lahir pada tanggal 5 Oktober 1957 di Sukoharjo, Jawa Tengah. Dia memiliki istri bernama Elly.

Sutarman mengawali kariernya di Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sejak tahun 1982. Kala itu dia sebagai Pa Staf Lantas Polres Bandung Polda Jabar, kemudian ia menjadi Kapolsek Dayeuh Polres Bandung pada tahun yang sama.

Pada tahun 1983, Sutarman menjadi Kasat Lantas Polres Sumedang Polda Jabar, lalu menjadi Komandan Kompi Taruna Akademi Polisi (Danki Tar Akpol) tahun 1986, setelah beberapa kali menjabat di wilayah Jabar, kemudian Sutarman menjabat Kasubbag Renset Dit Pers Polda Metro Jaya (1988).

Kemudian, dia menjadi Kapolsek Metro Kebon Jeruk Restro Jakarta Barat (Jakbar) tahun 1989, Kapolsek Metro Penjaringan Restro Jakut 1991, selanjutnya menjabat sebagai Paban Muda III atau Binkar Spers ABRI (1993), serta Kepala Bagian (Kabag) Pembinaan Ketertiban Masyarakat (Bintibmas) Dit Binmas Polda Metro Jaya (1995).

Sutarman lalu menjabat sebagai Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Kapusdalaops) Polisi Wilayah Timor Timur Polda Nusra tahun 1996, di tahun itu juga dia dipercaya untuk menjabat sebagai Kapolres Lombok Timur Polda NTB, kemudian tahun 1997 di menjabat Kabag Top atau DSP Subdit Diaga Dit Minpers Polri.

Usai menjabat Kapolres Lombok Timur Polda NTB, Sutarman dipercaya untuk menduduki posisi Kabag Diawan / Gassus Subdit Dalkar Minpers Polri 1997, Kabag Dalkar Dit Pers Polda Metro Jaya 1997, kemudian tahun 1999 menjabat sebagai Kapolres Bekasi Polda Metro Jaya, hingga dia menjabat sebagai ajudan Gus Dur tahun 2000.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mad/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%