detikcom
Kamis, 26/09/2013 16:24 WIB

Kopassus Siap Bantu Basmi Preman, Bagaimana dengan Oknum Berseragam?

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Kesiapan Kopassus untuk ikut turun membasmi preman dikritik. Dasar persoalan preman yang selama ini dikhawatirkan warga yakni preman kelas jalanan. Mereka yang memalak dan melakukan kekerasan. Nah, yang menjadi pertanyaan bagaimana dengan beking preman yang biasanya oknum berseragam?

"Preman itu siapa saja yang berperilaku premanisme. Perilaku premanisme kan dilakukan banyak orang termasuk berbaju seragam," jelas pengamat hukum Gandjar Bondan saat berbincang dengan detikcom, Kamis (26/9/2013).

Menurut Gandjar pula, urusan preman itu biasanya bukan masalah hukum semata. Masalah hukum hanya ekses dari perbuatan atau tindakan preman itu.

"Masalah utamanya kan kesejahteraan rakyat. Selama banyak pengangguran, akan terus memunculkan preman. Kalau ada orang yang sudah cukup sejahtera tapi masih jadi preman artinya serakah," tambahnya.

Nah, soal Kopassus yang ingin memberantas preman, sebaiknya jangan turun dulu. "Buat saya, kalau Kopassus ngurusin preman berarti men-downgrade diri, sekaligus penghinaan kepada institusi Polri," tutupnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(ndr/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%