detikcom
Selasa, 24/09/2013 21:30 WIB

Warga Dengar Suara Takbir Saat Evakuasi Kecelakaan di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Kecelakaan beruntun terjadi di depan pasar Babadan Kabupaten Semarang dan menyebabkan dua orang tewas. Saat evakuasi, sempat terdengar suara rintihan dari tumpukan puing-puing tangga jembatan penyeberangan yang roboh karena benturan sejumlah mobil.

Salah satu warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, Dipo mengatakan, sekitar pukul 17.00 WIB dia mendengar benturan keras dari depan rumahnya, saat dilihat, mobil Fortuner putih terlihat ringsek. Kemudian ketika Dipo keluar rumah ternyata sejumlah orang dengan luka di sekitar wajah terbaring di jalan.

"Yang tertabrak mobilnya banyak, sekitar delapan sampai sembilan, kebanyakan yang parkir. Waktu saya keluar kondisinya sudah berantakan. Mobil sayur sampai nyangkut di pembatas jalan," kata Dipo di rumahnya, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Semarang, Selasa (24/9/2013).

Menurut keterangan polisi, truk Fuso yang melaju dari arah Solo (Selatan) diduga mengalami rem blong dan menabrak sejumlah kendaraan di depannya. Dua orang tewas, salah satunya adalah pengendara mobil Kijang yang ringsek. Dalam kecelakaan tersebut, truk pengangkut pasir besi menabrak mobil Kijang kemudian mobil travel dan mobil pickup penjual sayur, serta motor yang terparkir.

Saking kencangnya laju truk, jembatan penyebrangan pasar Babadan yang tertabrak posisinya menjadi miring, bahkan tangganya rubuh.

Saat proses evakuasi, lanjut Dipo, sejumlah korban mengalami luka cukup parah. Pengemudi Kijang tewas seketika di lokasi kejadian, sedang korban luka yang diperkirakan berjumlah delapan orang dilarikan ke RS Ken Saras dan RSUD Kabupaten Semarang.

"Saat evakuasi di bawah jembatan, terdengar ada yang bertakbir Allahu Akbar. Tapi saya kurang tahu suara siapa itu saya sedang membantu yang lain," tandasnya.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(alg/ahy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
57%
Kontra
43%