detikcom
Selasa, 24/09/2013 14:47 WIB

Balada Politik Ruhut

Pelantikan Ruhut Jadi Ketua Komisi III Ditunda

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Rapat pleno pelantikan Ruhut Sitompul jadi Ketua Komisi III DPR berlangsung panas. Pimpinan DPR mengambil keputusan tak melantik Ruhut siang ini.

Sebelum mengambil keputusan, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso yang memimpin rapat pelantikan Ruhut telah mengambil inisiatif lobi dengan para pimpinan poksi di Komisi III DPR. Karena suasana lobi tenang, maka tidak ditempuh voting terkait posisi Ruhut sebagai Ketua Komisi III DPR.

"Saya sebagai pimpinan DPR merasa suasana lobi sejuk, dari situ kemudian ada titik kesimpulan yang akan saya beritahukan untuk mendapat persetujuan. Meskipun mekanisme memungkinkan secara seremonial ketok palu, kita paksakan keputusan diambil lewat voting bisa saja," kata Priyo menyampaikan hasil lobi pimpinan poksi Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2013).

Kesimpulannya adalah pimpinan DPR akan memberitahukan kepada Ketua FPD DPR terkait hasil rapat siang ini. Kemudian FPD diberikan kesempatan untuk mempertimbangkan kembali pilihan menunjuk Ruhut sebagai ketua komisi III.

"Memberi kesempatan atau kewenangan untuk mengadakan komunikasi dengan pimpinan, waktu seminggu. Setelah itu beliau mengirimkan apap pun, kembali ke FPD, untuk memberitahukan ke pimpinan DPR RI figur yang ditugaskan sebagai calon Ketua Komisi III DPR," kata Priyo.

Hal ini menurut Priyo jadi tradisi baru. Karena fraksi-fraksi sepakat untuk tidak voting. "Tradisi yang berbeda sangat panjang, apakah itu bisa disetujui, saya akan segera menelepon Nurhayati Ali Assegaf (Ketua FPD) untuk melaporkan ke SBY atau DPP. Mungkin saya tahu tetap kita bahas seminggu," katanya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
55%
Kontra
45%