detikcom
Selasa, 24/09/2013 13:06 WIB

Balada Politik Ruhut

Hebohnya Pelantikan Ruhut Sitompul Jadi Ketua Komisi III DPR

M Iqbal - detikNews
Iqbal/dtk
Jakarta - Komisi III akhirnya menggelar rapat untuk melantik Ruhut Sitompul jadi ketua komisi III mengganti Gede pasek Suardika. Rapat yang dipimpin oleh wakil ketua DPR Priyo Budi Santoso itu dihadiri ramai oleh anggota, staf hingga wartawan.

Rapat dimulai sekitar pukul 12.50 WIB di ruang komisi III Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2013) dipimpin Priyo Budi Santoso. Tak seperti rapat atau pelantikan biasanya, kali ini ruang komisi III sesak oleh puluhan orang yang hadir.

Tak lain, karena Ruhut beberapa minggu ini memang menjadi 'seksi' soal penunjukkannya jadi ketua komisi III. Sebelum rapat, pimpinan komisi III duduk disamping Priyo, yaitu Gede Pasek Suardika, Almuzammil Yusuf, Tjatur Sapto Edi, dan Aziz Syamsuddin.

"Saya sejak tahun pertama sudah biasa pimpin rapat seperti ini, tapi baru kali ini memimpin rapat ramai teman pers dan kali ini teman-teman pers boleh duduk dimanapun," kata Priyo membuka rapat.

Belasan wartawan akhirnya duduk di barisan depan atau lantai tengah ruang komisi III berhadapan pimpinan komisi. Sebagian lainnya berada di sisi ruang rapat.

Tak hanya ramai oleh wartawan, staf anggota DPR, sekretariat komisi III bahkan cleaning service terlihat berdiri menghadiri rapat berdiri di belakang pimpinna komisi III.

"Menurut catatan sekjen 40 orang anggota dairi 53 orang dan semua fraksi sudah ada, dan sesuai tatib quorum telah dicapai," imbuh Priyo.

Ruhut Sitompul terlihat duduk bersama anggota fraksi Demokrat lain. Ia mengenakan kemeja biru muda, dan jas biru tua lengkap dengan dasi dan pin anggota DPR. Sebuah kaca mata juga tetap ia kenakan.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bal/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%