detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 19:36 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 24/09/2013 08:30 WIB

Penerapan Perda Wajib Belajar di Jakarta Membuat Siswa Lebih Rajin

Rivki - detikNews
Jakarta - Jam malam hingga perda wajib belajar akan diterapkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Hal ini mendapat respon positif dari Pengamat pendidikan Universitas Paramadina Mohammad Abduhzen dengan akan diterapkanya jam belajar.

"Saya kira ini bagus, implementasinya tidak mudah tapi buka berarti tidak bisa dilakukan," kata Mohammad Abduhzen kepada detikcom, Selasa (24/9/2013).

Abduhzen menjelaskan tidak mudah menerapkan peraturan jam malam di DKI Jakarta, kendala kemacetan menjadi faktor yang nantinya dapat mempengaruhi anak lama pulang ke rumah. Seharusnya siswa yang sudah sampai di rumah karena terjebak kemacetan menjadi lama sampai ke rumah.

"Murid-murid sebaiknya mendapat fasilitas transportasi agar tidak lama di perjalanan" ujarnya.

Terkait masalah rayonisasi juga harus diterapkan di sekolah-sekolah. Untuk menghindari lamanya pulang ke rumah, antara rumah dan sekolah janganlah terlalu jauh penerapan rayon harus secara ketat diberlakukan.

Untuk lebih mempermudah penerapan jam malam, harus diterapkan pengaturan yang jelas mengenai identitas siswa. Pengawasan kontrol siswa harus dapat diketahui secara jelas sekolahnya di mana dan kelas berapa.

"Harus tegas dalam menerapkan jam malam bagi siswa, seperti usia menyetir harus tegas ada aturanya, nah untuk siswa administrasi pembelajaranya yang diperlukan agar bisa mengontrol siswa, gagasan tanpa kontrol percuma saja," tuturnya.

Abduhzen menegaskan, intinya sangat bagus apabila diterapkan jam malam itu akan menunjang sistem belajar siswa. namun tidak menampik juga apabila itu sukar dilakukan.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(tfn/rvk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%