Detik.com News
Detik.com
Senin, 23/09/2013 21:45 WIB

Laporan dari Arab Saudi

21.090 Jamaah Haji Indonesia Sudah di Makkah

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
21.090 Jamaah Haji Indonesia Sudah di Makkah Foto: Ilustrasi
Makkah - Memasuki 5 hari, sebanyak 21.090 calon jamaah haji (calhaj) Indonesia dari 52 kloter sudah tiba di Makkah. Total ada 5 Jamaah haji yang meninggal dunia.

"52 Kloter sampai ke Makkah, 21 ribuan Lebih dari 50 persen," kata Kadaker Makkah, Arsyad Hidayat, di Daker Makkah, Senin (23/9/2013).

Arsyad mengatakan Masjidil Haram kini kian padat, belum lagi ditambah kedatangan dari jamaah haji negara lain.

"Petugas haji, pembimbing ibadah, KBIH supaya mensosialisasikan antisipasi kemungkinan tingkat desak-desakan di Masjidil Haram," ujar dia.

Arsyad meminta jamaah tidak melakukan umrah pada jam padat, sebaiknya setelah Salat Isya sekitar pukul 20.30 hingga 21.30 WAS.

"Lebih baik jamaah haji tidak umrah berkali-kali, laksanakan salat di pemondokan. Simpan tenaga untuk puncak haji," imbau Arsyad.

Untuk transportasi, menurut Arsyad, berlangsung lancar. "Transportasi 24 jam jadi jamaah haji pasti dapat transportasi," kata dia.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/rvk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%