Detik.com News
Detik.com
Senin, 23/09/2013 01:26 WIB

Sebelum Tabrakan Maut di Senayan, Salsabila Minta Difoto

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Halaman 1 dari 2
Sebelum Tabrakan Maut di Senayan, Salsabila Minta Difoto Salsabila
Jakarta - Sebelum jadi korban tewas tabrakan maut di Senayan, Salsabila merayakan ulang tahunnya ke-17 di Kemang, Jaksel. Pemilik nama lengkap Sabila Yasaroha Aslaha ini tampak ceria.

Tak ada yang janggal ketika itu. Tapi Salsabila terus 'merengek' minta difoto oleh kawannya.

"Kak foto-foto Salsabila dulu," tutur teman Salsabila, Rendy Fajar Zein (24) saat dihubungi Minggu (22/9/2013).

"Selama ngerayain (ultah) dia ceria terlihat senang, nggak tahu kalau terakhir kejadian begini," kata Rendy menangis.

Rendy menceritakan, pagi itu dirinya mengajak Salsabila untuk pulang ke rumah. Tapi kawannya yang lain memilih untuk mampir di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta.

"Saya sudah minta pulang tapi anak-anak pada mau makan otak-otak," katanya.

Saat kejadian, Rendy bersantai di mobilnya Honda Accord B 8049 AG. Baru 10 menit merebahkan badan di kursi, datang Toyota Altis dengan kecepatan tinggi.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(edo/fdn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%