Minggu, 22/09/2013 16:39 WIB

Tabrakan Maut di Senayan

Suka Difoto, Salsabila Ingin Jadi Model Profesional

Rini Friastuti - detikNews
Salsabila (foto: Rini/detikcom)
Jakarta - Salsabila, gadis 17 tahun yang baru lulus dari SMK, menjadi korban tewas atas kecelakaan maut di Jl Asia Afrika, di dekat Patung Panahan, Senayan, Jakarta Pusat. Kecelakaan maut itu sekaligus mengubur cita-cita gadis cantik itu menjadi model profesional.

"Dia model sejak kelas 1 SMK. Jadi kemarin dia pamit mau ada sesi foto bareng sama teman-temannya di Senayan," kata ayah Salsabila, Supriyono, di rumah duka Jl. Bangun Cipta Sarana, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (22/9/2013).

Supriyono mengenang anak kedua dari tiga bersaudara ini sebagai anak yang baik dan sopan. Teman-temannya juga banyak, sebagian juga dari kalangan model. Usai lulus SMK rencananya Salsabila akan melanjutkan kuliah dan menekuni kariernya sebagai model.

"Dia bilang dia mau kuliah juga karena dia mau meneruskan karier modelingnya," ucap Supriyono.

Namun apa mau dikata, Sang Pencipta punya kehendak lain. Impian Salsabila kini menjadi kenangan orang-orang tercinta di sekitarnya. Salsabila dimakamkan di peristirahatan terakhir di TPU Wakaf Pulogadung sore ini.

Salsabila merupakan salah satu dari dua korban tewas tabrakan maut di Senayan akibat 'amukan' Altis yang melaju kencang. Korban lainnya adalah Fikri (21), seorang mahasiswa yang juga merupakan sahabatnya. Keduanya tewas saat sedang menikmati otak-otak di dekat Patung Panahan sekitar pukul 05.00 WIB.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(slm/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%