Kamis, 19/09/2013 17:04 WIB

Pelaku Penyiraman Air Keras ke Briptu Sugito Pelajar Berusia 16 Tahun

Nur Khafifah - detikNews
Jakarta - Polisi meringkus pelajar berusia 16 tahun yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras ka Briptu Sugito Aritonang. FJ melakukan penyiraman saat Sugito membubarkan tawuran warga di Johar Baru, Jakarta Pusat.

"Ibunya beli soda api untuk menyiram kloset, malah dibawa sama dia untuk tawuran," kata Kasat Reskrim Polres Jakpus, AKBP Tatan Dirsan di Mapolres Jakpus, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2013).

Tatan mengatakan, FJ merupakan warga Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat. "Dia ngelempar pakai botol kaca," kata Tatan.

Hingga Saat ini Brigadir Sugito masih menjalani perawatan di RS Polri, Kramat Jati. Kondisinya sudah mulai membaik. Namun ia masih harus menjalani operasi. "Korban menjalani operasi penggantian kulit," katanya.

Tawuran antar-warga di kawasan padat penduduk di Kecamatan Johar Baru pecah pada Minggu (15/9) malam. Warga saling lempar batu dan baku pukul. Saat Brigadir Sugito mencoba melerai tawuran, ada orang yang melempar air keras ke arahnya. Akibat lemparan ini punggung Sugito melepuh.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(kff/nal)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%