detikcom
Selasa, 17/09/2013 18:24 WIB

Kesaksian Pendaki yang Lolos dari Dahsyatnya Letusan Gunung Sinabung

Khairul Ikhwan - detikNews
Foto: Khairul Ikhwan/detikcom
Medan - Gunung Sinabung di Karo Sumatera Utara meletus lagi. Ada 6 pendaki saat letusan terjadi. Berikut kesaksian mereka soal letusan itu.

Dari 6 pendaki, salah satunya merupakan reporter televisi, Rinaldi Tarigan. Ketika gunung meletus, sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa (17/9/2013), dia dan beberapa teman serta warga setempat baru saja turun dari puncak. Tiba-tiba dari arah belakang, terdengar gemuruh.

"Ternyata gunung meletus. Kami lari. Hidung dan mulut kering karena abu," kata Rinaldi di titik pendakian, Danau Kawar, Desa Kuta Gugung, Kecamatan Nama Teran, Kabupaten Karo.

Rinaldi dan beberapa pendaki berjalan kaki dan sampai di titik awal pendakian sekitar pukul 15.00 WIB. Tak ada yang terluka. "Tapi ada yang keseleo," ungkapnya.

Gunung Sinabung meletus, Minggu (15/9). Ribuan orang mengungsi. Kemudian, hari ini sekitar pukul 12.00 WIB, gunung tersebut meletus lagi. Asap membubung tinggi. Abu vulkanik berjatuhan.

Salah satu yang diselimuti abu tebal vulkanik adalah kawasan wisata Berastagi, Karo, Sumatera Utara. Sebagian besar kawasan terlihat memutih. Walau tidak terlalu tebal, abu menutupi atap rumah. Pohon-pohon juga memutih.



Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(rul/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%
MustRead close