detikcom
Minggu, 15/09/2013 17:17 WIB

Habib Munzir, Pimpinan Majelis Rasulullah Meninggal Dunia

Rachmadin Ismail - detikNews
dok. Majelis Rasulllah
Jakarta - Habib Munzir Almusawa, pimpinan Majelis Rasulullah meninggal dunia. Dia menghembuskan nafas terakhir di RSCM sore ini.

"Adinda Habib Munzir meninggal, mohon maafkan kesalahannya dan mohon doanya," tulis Habib Nabil Almusawa, kakak dari Munzir, dalam akun twitternya, Minggu (15/9/2013).

Saat diklarifikasi lebih jauh lewat telepon, Nabil belum bersedia memberi keterangan detail soal penyakit yang diderita adiknya. "Iya benar, mohon doanya," sambungnya via sms kepada detikcom.

Kantor Majelis Rasulullah di Pancoran saat dikontak juga tengah berduka. Sambil menangis, salah seorang pengurus mengatakan, seluruh jamaah sedang berkumpul di rumah sakit.

Majelis Rasulullah adalah salah satu kelompok pengajian yang cukup populer di Jakarta. Majelis ini didirikan pada tahun 1998 oleh Habib Munzir.

Dalam setiap pengajian, jumlah jamaah yang hadir mencapai ribuan bahkan puluhan ribu. Sejumlah tokoh politik pun kerap terlihat dalam beberapa acara pengajian, mulai dari Presiden SBY hingga beberapa nama terkenal lainnya.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/iqb)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%