Minggu, 15/09/2013 12:08 WIB

Keikutsertaan Miss Uzbekistan di Miss World 2013 Jadi Kontroversi

Nograhany Widhi K - detikNews
Halaman 1 dari 2
Miss Uzbekistan (dok missworld.com)
Jakarta - Miss Uzbekistan yang sedang berkompetisi di ajang Miss World 2013, Rakhima Ganieva (18) menuai kontroversi di negaranya. Pasalnya, Uzbekistan mengaku tak pernah mengadakan ajang kecantikan itu. Sekolah model tempat Ganieva pernah digembleng pun menyangkalnya. Waduh.

Pejabat di Kementerian Olahraga dan Budaya dan Komite Perempuan Nasional Uzbekistan mengklaim tak mengetahui partisipasi Ganieva di konter Miss World 2013. Dua institusi negara Uzbek tersebut juga lepas tangan dengan mengatakan tidak tahu tentang Ganieva dan sedang apa Ganivea ke Indonesia.

Bahkan kedua institusi negara tersebut mengatakan tak pernah mengadakan kontes Miss Uzbekistan, yang dihubungi Radio Free Europe Radio Liberty rferl.or, yang dikutip Minggu (15/9/2013).

Bahkan Zhavlon Komolov, perwakilan agensi model Pro Model di mana Genieva pernah belajar model di Tashkent saat berusia 15 tahun, mengatakan bahwa Ganieva berbohong.

"Rakhima Ganieva tidak pernah lolos dari proses seleksi kompetisi istimewa di Uzbekistan," kata Komolov.

"Jika ada proses yang memilih gadis muda ini untuk kompetisi, saya bisa meyakinkan Anda bahwa ada seorang model yang lebih cantik telah dipilih. Saya prihatin bahwa Ganieva memilih membangun karier di atas kebohongan," imbuhnya.

Bahkan putri pertama Presiden Uzbekistan Karimov, Gulnara Karimova, mencuit tentang Ganieva dalam akun twitternya sebagai "Seperti gadis Tajikistan yang muncul entah darimana".Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nwk/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%