detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 18:36 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 14/09/2013 23:19 WIB

Bima Arya-Usmar Unggul di Hasil Quick Count Pilkada Bogor

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Pilkada Kota Bogor hari ini usai dilakukan. Lembaga survei Charta Politika merilis hasil akhir perhitungan cepat (quick count) yang menempatkan pasangan nomor urut 2 Bima Arya-Usmar Hariman unggul.

Berdasarkan hasil akhir yang dirilis Charta Politika Indonesia dengan suara yang masuk 100%, Bima-Usmar yang diusung PAN, Demokrat, PKB, Gerindra, dan PBB mendulang sebanyak 35% suara. Saingan mereka, pasangan nomor 3 yaitu Achmad Ru'yat-Aim Halim Permana yang diusung PKS, PPP, dan Hanura sebanyak 33,1% suara.

Di posisi ketiga, pasangan nomor urut 4 Dody Rosadi-Untung Maryono dari PDIP, Golkar dan PKPI sebanyak 15,7% suara. Selebihnya, dua pasangan independen, yakni Syaiful Anwar-Muztahidin meraih 10,1% suara dan Firman Halim-Gartono 6,2% suara.

Direktur Riset Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan, margin of error survei ini sebesar 1%. Dia menegaskan hasil quick count Pilkada Kota Bogor yang dirilis tersebut bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Karena tingkat akurasinya tinggi, angka tidak akan mengalami perubahan signifikan dengan real count KPU. Bima Arya menjadi wali kota terpilih untuk Kota Bogor," jelasnya Yunarto Wijaya lewat surat eletronik yang diterima detikcom, Sabtu (14/9/2013).

Saat dikonfirmasi, Bima Arya mengatakan agar warga Bogor terus mengawal hasil Pilkada ini hingga akhir penghitungan resmi yang dilakukan oleh KPUD Kota Bogor.

"Ini adalah kemenangan bagi kita, warga Kota Bogor yang mendambakan gerakan perubahan. Mari kita jaga kemenangan ini dengan terus mengawal proses rekapitulasi penghitungan suara secara manual hingga penetapan oleh KPU," kata Bima lewat pesan singkatnya.

Bima pun mengingatkan, proses rekapitulasi penghitungan suara mulai dari TPS hingga KPU harus dicermati agar tidak terjadi kecurangan.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(jor/kha)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
92%
Kontra
8%