Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 14/09/2013 22:29 WIB

Anas Dirikan Ormas Pergerakan Indonesia, Ini Lambangnya

Ray Jordan - detikNews
Anas Dirikan Ormas Pergerakan Indonesia, Ini Lambangnya Lambang Ormas PPI
Jakarta - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum mendirikan ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI). Ormas tersebut akan dideklarasikan sendiri oleh Anas di kediamannya di Duren Sawit, Jakarta Timur.

"Besok pagi akan ada peresmian ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia pukul 09.30 WIB di rumah Mas Anas," ujar Tridianto, mantan Ketua DPC PD Cilacap yang merupakan loyalis Anas Urbaningrum saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (14/9/2013).

Tridianto mengatakan, acara deklarasi tersebut akan dihadiri oleh beberapa tokoh, termasuk tokoh partai politik.

"Besok akan dihadiri Pak Akbar Tandjung, ada juga Din Syamsudin dan beberapa tokoh lainnya," katanya.

Pembentukan ormas tersebut, dikatakan Tridanto sebagai wadah aspirasi bagi loyalis Anas pasca keluarnya Anas dari PD.

"Besok itu peresmian rumah pergerakan. Ormas ini untuk mewadahi loyalis Anas pasca Anas keluar dari Demokrat," katanya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(jor/kha)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%