detikcom

Sabtu, 14/09/2013 17:26 WIB

Pilwalkot Bogor, Ru'yat dan Bima Bersaing Ketat

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Pemilihan Wali Kota Bogor telah selesai digelar. Pasangan nomor 2 Bima Arya Sugianto-Usmar Hariman bersaing ketat dengan pasangan nomor 3 Achmad Ru’yat-Aim Halim Hermana.

Pasangan nomor 2 Bima-Hariman mengklaim memenangkan pilwalkot Bogor berdasarkan hasil hitung cepat yang dilakukan tim suksesnya. Pasangan yang didukung empat partai PAN-Demokrat-PBB-PKB-Gerindra itu unggul tipis atas pesaing terdekatnya, Ru'yat-Aim.

"Kami mendapat 34,5 persen, 32,9 persen," kata Bima Arya saat dihubungi, Sabtu (14/9/2013).

Pihak Ru'yat-Aim mengklaim hal yang bertentangan. Hasil perhitungan cepat PKS, merekalah pemenang Pilwalkot Bogor 2013.

"Hasil lengkapnya pasangan nomor 1 dapat 7,1 persen, nomor 2 dapat 31,8 persen, nomor 3 dapat 35,2 persen, nomor 4 dapat 15,4 persen, nomor 5 dapat 10,5 persen," papar timses pasangan Ru'yat-Aim, Ade Suherman, saat dihubungi.

Siapa yang akan memenangkan Pilwalkot Bogor? Kita tunggu pengumuman resmi KPU Kota Bogor.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(trq/ndr)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%