Detik.com News
Detik.com
Jumat, 13/09/2013 16:52 WIB

Kegemukan, Anggota TNI AU di Halim Digembleng Latihan Fisik

Sukma Indah Permana - detikNews
Kegemukan, Anggota TNI AU di Halim Digembleng Latihan Fisik (Foto: Penerangan Lanud Halim)
Jakarta - Anggota TNI Angkatan Udara yang bertugas di Lanud Halim Perdanakusumah yang memiliki badan terlalu gemuk menjalani pembinaan fisik. Latihan fisik ini dilakukan tiga kali dalam sepekan.

"Terutama (anggota TNI AU) yang berat badannya kegemukan melaksanakan tambahan pembinaan fisik," ujar Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Marsma TNI Sri Pulung, Jumat (13/9/2013).

Pelaksanaam pembinaan fisik ini dilaksanakan setiap hari Senin dan Rabu pukul 13.00 WIB dan hari Jumat setelah apel pagi. Jarak lari yang ditempuh para anggota TNI tersebut adalah 4,5 km yang ditempuh selama 30 menit.

Pulung menjelaskan pembinaan ini akan dilakukan sampai badan para anggota TNI AU tersebut mencapai berat badan ideal.

"Karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Jika kita ingin memiliki jiwa yang sehat, maka harus punya tubuh yang sehat," ujarnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(sip/nwk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%