detikcom
Kamis, 12/09/2013 15:43 WIB

Belum Lengkap, Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Sisca Yofie ke Polisi

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Berkas perkara pencurian disertai kekerasan yang menewaskan Sisca Yofie masih tahap P-19 (pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi). Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung meminta penyidik Polrestabes Bandung melengkapi berkas kasus tersebut. Jaksa minta berkas jejak komunikasi handphone kedua tersangka yakni Wawan (39) dan Ade (24).

Kajari Kota Bandung Febri Adriansyah mengungkapkan jaksa peneliti sebelumnya sudah menerima berkas tahap pertama yang dilimpahkan polisi pada pekan lalu. Ternyata setelah diteliti, berkas tersebut dianggap belum lengkap. Selanjutnya berkas diserahkan kembali ke Polrestabes Bandung.

"Hari ini (berkas kasus Sisca) sudah dikembalikan atau P19," kata Febri di kantor Kejati Jabar, Jalan Martadinata, Kota Bandung, Kamis (12/9/2013).

Pihak kejaksaan, menurut Febri, menyampaikan beberapa petunjuk yang mesti dilengkapi penyidik kepolisian yang menangani kasus Sisca. Kejaksaan ingin memastikan apakah kedua tersangka tersebut melibatkan orang lain atau tidak.

"Terpenting itu ada persiapan atau enggak antara tersangka dan orang lain. Maka itu perlu digital forensik. Sadap hp (handphone) tersangka, ada kaitannya atau tidak. Itulah (petunjuk dari jaksa) yang paling penting," jelas Febri.

Menurut Febri, penyidik kepolisian bisa berkoordinasi dengan pihak provider telepon guna memenuhi petunjuk tersebut. "Apakah dia (tersangka) sebelumnya ada komunikasi ke siapa. Nomor-nomor telepon ini nanti bisa kita teliti kembali, ada tidaknya orang lain dalam perkara ini," tutur Febri.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bbn/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%