detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 02:52 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 12/09/2013 10:30 WIB

Mega Belum Legowo Jokowi Capres?

Nurfahmi - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jakarta - Keputusan PDIP untuk menunggu hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) dalam menentukan calon presiden (capres) adalah langkah strategis. Partai moncong putih itu tidak sedang dihadapkan pada posisi 'bagai makan buah simalakama'.

PDIP sengaja menyimpan 'amunisi' terakhirnya yang maha dahsyat. Kekuatan amunisi mereka bak sebuah nuklir yang daya ledaknya bisa 'menggegerkan' konstelasi politik.

Kenapa PDIP menyimpan Capresnya? Tentu saja, mereka tak mau kehabisan amunisi. Andai saja mereka mengikuti mainstream media, wacana publik, atau hasil berbagai survey yang menempatkan 'kader mutiaranya' Jokowi sebagai capres terpopuler, bisa jadi energi PDIP terkuras untuk mengcounter 'serangan-serangan' kepada Jokowi.

Belum ditetapkan saja, isu-isu miring untuk memreteli elektabilitas Jokowi yang terus melesat semakin massif. Apalagi kalau sudah diketuk palu Jokowi Capres PDIP.

Dalam pidato politiknya di Rapat Kerja Nasional III, Jumat (6/9), Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri telah begitu 'terang benderang' memberikan sinyal pencapresan Jokowi.

Empat kali putri Proklamator itu menyebut nama Jokowi. Penunjukan Jokowi oleh Mega untuk membacakan 'dedication of life' Bung Karno semakin menguatkan bahwa mantan Walikota Solo itu adalah satrio piningitnya PDIP.

Namun Mega belum sepenuhnya merasa lega dan legowo untuk Jokowi ditetapkan sebagai capres PDIP sekarang. Bisa jadi tafsiran banyak pihak atas sinyal-sinyal politik Mega dalam pidatonya itu salah.Next

Halaman 1 2 3

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(wwn/wwn)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .


Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Opini Terbaru Indeks Opini ยป
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%