Rabu, 11/09/2013 22:55 WIB

Penjaga Perahu Tewas Akibat Kerusuhan di Puger Jatim

Syaiful K - detikNews
Jember - Aksi anarkis yang terjadi di ponpes Darus Sholihin, Puger, Jember, Jawa Timur, ternyata berbuntut hingga memakan korban jiwa. Seorang penjaga perahu yang ditemukan tewas diduga menjadi korban pembantaian dari warga yang anarkis.

Korban tewas diketahui bernama Eko Mardi Santoso (45), warga Puger. Korban merupakan penjaga perahu di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger, yang lokasinya tidak jauh dari ponpes Darus Sholihin.

“Ada sekelompok massa mendatangi Eko yang saat itu sedang menjaga perahu. Sempat terjadi dialog, dan Eko sempat meminta agar massa tidak merusak perahu,” ujar salah seorang saksi mata, Samsul, Rabu (11/9/2013).

Namun ucapan Eko itu rupanya justru menyulut massa. Tanpa diduga, mereka langsung menyerang Eko dengan menggunakan senjata tajam. Eko pun akhirnya ambruk bersimbah darah. Eko akhirnya tewas dengan luka bacok di bagian kepala.

Tidak hanya itu, massa juga merusak perahu yang bersandar di dekat TPI. “Ada dua perahu yang dibakar,” tambah Samsul.

Puas dengan aksinya, massa kemudian pergi. Sementara Eko yang sudah terbujur tak bernyawa, kemudian dibawa warga dan petugas ke RSD Balung. Hingga saat ini, masih belum diketahui apa motif pembunuhan terhadap Eko dan pembakaran perahu tersebut.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(trq/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
MustRead close