detikcom
Rabu, 11/09/2013 17:33 WIB

Kisah ABK Kapal Aviat yang Terombang-ambing di Lautan 2 Hari

Rachmadin Ismail - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Lima awak kapal Aviat 88 yang tenggelam di Laut Banjarmasin berhasil selamat. Namun perjuangan mereka untuk hidup tidaklah mudah. Selama dua hari, kapten kapal Suradi dkk harus berjuang di laut lepas.

Pada Rabu (4/9/2013) malam itu, kapal pengangkut pupuk yang dikemudikan oleh Suradi tenggelam. Ombak setinggi 4 meter membuat kapal oleng hingga akhirnya karam.

Sadar akan bahaya yang mengintai, Suradi lalu menyuruh para anak buah kapal untuk naik ke atas sekoci. Namun setelah dinaiki, sekoci itu roboh karena terdorong bobot kapal yang sudah hampir masuk ke air.

"Sekoci sudah kita turunkan, tapi malah terbalik," kata Suradi saat dihubungi detikcom, Rabu (11/9/2013).

Akibat sekoci yang terbalik, Suradi dan seorang operator mesin kapal terperangkap di bawahnya. Dia bertahan semalaman di bawah sekoci itu sambil mengenakan pelampung.

"Besok paginya, baru saya keluar dari sekoci dan bertemu dengan tiga orang lainnya," ceritanya.

Tak ada bala bantuan yang datang pada pagi itu. Sempat terpikir oleh rekan Suradi untuk berenang ke pulau atau mencari perahu ikan. Namun Suradi menolaknya dengan alasan menjaga kondisi.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%