detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 05:10 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 11/09/2013 17:33 WIB

Kisah ABK Kapal Aviat yang Terombang-ambing di Lautan 2 Hari

Rachmadin Ismail - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Lima awak kapal Aviat 88 yang tenggelam di Laut Banjarmasin berhasil selamat. Namun perjuangan mereka untuk hidup tidaklah mudah. Selama dua hari, kapten kapal Suradi dkk harus berjuang di laut lepas.

Pada Rabu (4/9/2013) malam itu, kapal pengangkut pupuk yang dikemudikan oleh Suradi tenggelam. Ombak setinggi 4 meter membuat kapal oleng hingga akhirnya karam.

Sadar akan bahaya yang mengintai, Suradi lalu menyuruh para anak buah kapal untuk naik ke atas sekoci. Namun setelah dinaiki, sekoci itu roboh karena terdorong bobot kapal yang sudah hampir masuk ke air.

"Sekoci sudah kita turunkan, tapi malah terbalik," kata Suradi saat dihubungi detikcom, Rabu (11/9/2013).

Akibat sekoci yang terbalik, Suradi dan seorang operator mesin kapal terperangkap di bawahnya. Dia bertahan semalaman di bawah sekoci itu sambil mengenakan pelampung.

"Besok paginya, baru saya keluar dari sekoci dan bertemu dengan tiga orang lainnya," ceritanya.

Tak ada bala bantuan yang datang pada pagi itu. Sempat terpikir oleh rekan Suradi untuk berenang ke pulau atau mencari perahu ikan. Namun Suradi menolaknya dengan alasan menjaga kondisi.Next

Halaman 1 2

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mad/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close