detikcom
Rabu, 11/09/2013 17:17 WIB

Kapal Aviat Tenggelam di Perairan Banjarmasin, 5 ABK Selamat 12 Hilang

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Kapal kargo Aviat 88 tenggelam di Laut Banjarmasin. Hingga saat ini, 12 orang awak kapal masih hilang. Lima orang lainnya selamat.

Insiden ini terjadi pada Rabu (4/9/2013) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Kala itu, kapal sedang berlayar di kawasan perairan utara Pulau Marabatuan. Karena ombak yang tinggi, tiba-tiba kapal tenggelam.

Kapten kapal Suradi dan empat awak lainnya berhasil selamat. Namun 12 rekan mereka masih hilang. Tim pencarian pun dikerahkan untuk mendeteksi para korban.

"Kapal nyungsep setelah berlayar dua hari. Saya tidak tahu kenapa, tiba-tiba nyungsep," ujar Suradi saat dihubungi detikcom, Rabu (11/9/2013).

Kapal milik PT Aviat Banjarmasin ini berangkat dari Bontang pada 2 September dengan tujuan Sampit. Biasanya, perjalanan memakan waktu hingga tiga hari. Kapal itu bermuatan pupuk 1.220 ton.

"Setelah kapal banyak air, 10 menit kemudian tenggelam," lanjut Suradi yang kini berada di Semarang setelah menjalani perawatan.

Perwakilan perusahaan kapal, Taufik, membenarkan kejadian ini. Dia mengaku baru mendapat kabar soal tenggelamnya kapal itu pada Sabtu (7/9). Sempat terjadi hilang kontak dengan para awak kapal.

"Dua hari sempat tidak terdeteksi, saya sudah coba hubungi kapten, tapi nggak masuk," terangnya.

Kini, pihak perusahaan dan keluarga korban masih menunggu hasil evakuasi tim SAR Banjarmasin. Mereka kini masih melakukan pencarian. Namun karena kondisi ombak yang tinggi, upaya penyelaman tidak bisa maksimal.

"Kita baru bisa menentukan status para korban setelah tim SAR melakukan pencarian," imbuh Taufik.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(mad/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%