Detik.com News
Detik.com

Rabu, 11/09/2013 15:02 WIB

Hari ke-332 Jokowi

Ditanya Soal Capres, Jokowi Jawab Waduk

Mulya Nurbilkis - detikNews
 Ditanya Soal Capres, Jokowi Jawab Waduk
Jakarta - Jawaban Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tidak nyambung bila ditanya seputar hasil survei yang menjagokannya menjadi capres 2014. Jokowi lebih suka menjawab pertanyaan itu dengan menyebut nama-nama waduk di Jakarta.

"Sekalian promosi. Coba sekarang, seluruh Indonesia tahu Waduk Pluit," kata Jokowi di Waduk Ria Rio, Jakarta Timur, Rabu (11/9/2013).

Ia mengaku jawabannya itu bukan sekadar celetukan semata untuk menghindari pertanyaan tersebut.

"Sekarang kalau saya ke mana-mana, orang sudah tahu. Dulu mana ada orang yang tahu Blok G tanah Abang? Atau Waduk Ria Rio? Nggak ada kan?" lanjut Jokowi sambil tertawa.

Menurut Jokowi, langkah menyebut nama-nama waduk berkali-kali merupakan salah satu bentuk promosi. Sebab, kata dia, masih ada sejumlah warga yang belum mengetahui lokasi waduk tersebut sebelum dinormalisasi.

"Salahnya, nggak ada yang tahu. Kita memang kalau mau membangun nama sebuah tempat ya sebut berkali-kali," ujar suami Iriana ini.

Jokowi selalu mengucapkan kalimat yang sama jika ditanya soal pencapresan. Waduk Pluit, KJS, KJP, banjir, dan kemacetan yang merupakan masalah klasik Jakarta, selalu disebutkannya sebagai taktik mengelak.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
98%
Kontra
2%