detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 07:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 11/09/2013 15:02 WIB

Hari ke-332 Jokowi

Ditanya Soal Capres, Jokowi Jawab Waduk

Mulya Nurbilkis - detikNews
Jakarta - Jawaban Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tidak nyambung bila ditanya seputar hasil survei yang menjagokannya menjadi capres 2014. Jokowi lebih suka menjawab pertanyaan itu dengan menyebut nama-nama waduk di Jakarta.

"Sekalian promosi. Coba sekarang, seluruh Indonesia tahu Waduk Pluit," kata Jokowi di Waduk Ria Rio, Jakarta Timur, Rabu (11/9/2013).

Ia mengaku jawabannya itu bukan sekadar celetukan semata untuk menghindari pertanyaan tersebut.

"Sekarang kalau saya ke mana-mana, orang sudah tahu. Dulu mana ada orang yang tahu Blok G tanah Abang? Atau Waduk Ria Rio? Nggak ada kan?" lanjut Jokowi sambil tertawa.

Menurut Jokowi, langkah menyebut nama-nama waduk berkali-kali merupakan salah satu bentuk promosi. Sebab, kata dia, masih ada sejumlah warga yang belum mengetahui lokasi waduk tersebut sebelum dinormalisasi.

"Salahnya, nggak ada yang tahu. Kita memang kalau mau membangun nama sebuah tempat ya sebut berkali-kali," ujar suami Iriana ini.

Jokowi selalu mengucapkan kalimat yang sama jika ditanya soal pencapresan. Waduk Pluit, KJS, KJP, banjir, dan kemacetan yang merupakan masalah klasik Jakarta, selalu disebutkannya sebagai taktik mengelak.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(aan/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close