detikcom

Selasa, 10/09/2013 23:19 WIB

Rekam Penembakan Bripka Sukardi, Polisi Minta Rekaman CCTV KPK

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Jakarta - Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi penembakan Bripka Sukardi di depan gedung KPK di jalur lambat Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Polisi langsung meminta rekaman CCTV kepada pihak KPK.

Berdasarkan pantauan, Selasa (10/9/2013) ada empat kamera CCTV yang terpasang di tembok gerbang KPK. Empat kamera itu terpasang tidak jauh dari tempat Bripka Sukardi tertembak.

Bripka Sukardi ditembak oleh orang tak dikenal. Dia ditembak tiga kali. Dia langsung tewas tersungkur tertindih sepeda motornya. Penembakan itu terjadi pada Selasa (10/9) malam ini sekitar pukul 22.25 WIB.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(kha/mpr)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
82%
Kontra
18%