detikcom
Selasa, 10/09/2013 17:28 WIB

China Dukung Usulan Rusia Soal Penyerahan Senjata Kimia Suriah

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
Beijing - Setelah Iran, kini giliran China yang menyampaikan tanggapan soal usulan Rusia soal penyerahan senjata kimia Suriah. China mendukung penuh usulan Rusia yang bertujuan menghindarkan serangan militer negara Barat ke Suriah.

"Kami menyambut baik dan mendukung usulan dari pihak Rusia," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei kepada media setempat, seperti dilansir AFP, Selasa (10/9/2013).

"Sepanjang usulan tersebut kondusif untuk meredakan ketegangan yang kini ada di Suriah, untuk menyelesaikan masalah politik di Suriah dan menjaga perdamaian dan stabilitas Suriah dan sekitarnya, maka komunitas internasional harus menanggapi positif usulan tersebut," imbuhnya.

Pada Selasa (10/9) waktu setempat, Hong menambahkan, sejumlah pejabat dari Kementerian Luar Negeri China dijadwalkan akan bertemu dengan enam anggota kelompok oposisi Suriah. "Bertukar pandangan dengan mereka soal situasi di Suriah," jelasnya.

Selama ini, China selalu menyerukan solusi politik bagi krisis Suriah. Bahkan China terang-terang menyatakan penolakannya terhadap rencana Amerika Serikat untuk menyerang Suriah, terkait serangan kimia yang menewaskan ratusan orang.

China yang merupakan salah satu anggota Dewan Keamanan PBB, bersama dengan Rusia selalu memveto usulan yang diajukan AS dan sekutunya. Isu terakhir yang diveto adalah usulan tindakan tegas terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad yang diyakini mendalangi serangan kimia pada Agustus lalu.

Pada Senin (9/9) waktu setempat, Rusia melalui Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengusulkan proposal, yang isinya mendesak Suriah untuk menempatkan senjata kimianya di bawah pengawasan internasional. Rusia juga mencetuskan agar senjata kimia Suriah dihancurkan demi menghindari ancaman serangan militer dari negara-negara barat.

Menanggapi usulan ini, Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem yang tengah berada di Rusia, menyambut baik usulan ini. Namun demikian, masih belum jelas tanggapan langsung dari Presiden Suriah Bashar al-Assad atas usulan Rusia ini.

Sebelumnya, Iran yang merupakan sekutu dekat Suriah, menyambut baik usulan Rusia tersebut. Namun Iran juga meminta agar senjata kimia yang ada di tangan pemberontak ikut dihancurkan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/ita)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%
MustRead close