detikcom
Selasa, 10/09/2013 09:02 WIB

Ratusan Karyawan Pabrik Kertas Leces Demo Usung 9 Tuntutan

M Rofiq - detikNews
Karyawan pabrik kertas PT Leces demo/M Rofiq
Probolinggo - Karyawan PT Kertas Leces (KL) Probolinggo, berunjuk rasa. Ratusan karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja menggelar aksi di depan pabrik sejak pagi tadi, Selasa (10/9/2013).

Koordinator aksi Marham mengaku jika menyuarakan 8 tuntutan. Mereka mendesak manajemen konsekwen atas hak-hak karyawan yang selama ini telah bekerja dan mengabdi di PT KL.

"Ada 9 poin tuntutan yang disuarakan karyawan. Salah satunya, penyesuaian gaji UMR 2013 dan meminta manajemen segera mencairkan gaji dan tunjangan yang belum terbayar selama 6 bulan tahun 2012 dan tahun 2013," kata Marham saat orasi.

Selain itu, kata dia, menuntut agar karyawan diikutkan lagi sebagai peserta jamsostek, meminta agar status karyawan disesuaikan dari T1 menjadi T2.

"Dan tuntutan kelima adalah terpenuhi insentif pengobatan tahun 2012, pencairan THR, hak-hak pensiun jangan diendap dan terakhir tunjangan pendidikan sejak Juli 2012 harus direalisasikan," tambahnya.

"Kami juga mendesak manajemen menghentikan pemberangusan serikat pekerja dan tidak arogan," tegasnya.

Puas berorasi, massa berencana akan mendatangi kantor Disnaker Probolinggo untuk menyampaikan aspirasinya. Aksi ratusan karyawan tersebut dijaga ketat aparat kepolisian. Arus lalu lintas jurusan Lumajang-Probolinggo dan sebaliknya, macet karena aksi berada di jalan raya di depan PT KL.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%