Selasa, 10/09/2013 06:35 WIB

Wakil Bupati Pacitan Meninggal Dunia Saat Dinas di Malang

Purwo S - detikNews
Pacitan, - Wakil Bupati Pacitan, Jawa Timur, Prayitno, wafat dalam usia 63 tahun. Orang nomor 2 di lingkup Pemkab Pacitan itu meninggal saat dinas di Malang.

Informasi yang dihimpun, almarhum sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal sekitar pukul 01.30 WIB.

"Beliau ke Malang dalam rangka tugas dinas mewakili Bapak Bupati. Namun saat di lokasi beliau mendadak drop," terang Putatmo Sukandar, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Pacitan kepada detikcom, Selasa (10/9/2013).

Menurut Iput, sapaan Putatmo, selama ini kondisi fisik wabup cukup bugar. Hanya saja, sesekali dirinya mengeluhkan sakit pada bagian kaki. Bahkan saat senam massal dalam rangka Haornas di Pantai Taman, Ngadirojo, Senin (9/9) Prayitno juga hadir.

"Selama ini kondisinya cukup sehat," tambahnya.

Rencananya, setelah diberangkatkan dari Malang jenazah akan langsung disemayamkan di rumah dinasnya di Jalan Veteran.

Sebelum dimakamkan di Pemakaman Umum Kucur, Barehan, Sidoharjo, akan diadakan upacara pemberangkatan jenazah. Almarhum meninggalkan 1 istri dan 2 anak.

Prayitno selama ini dikenal sebagai sosok guru yang tekun. Setelah pensiun pada 2010, teman sekolah SBY itu terpilih mendampingi Indartato sebagai wakil bupati.

Pasangan yang diusung Partai Demokrat tersebut akhirnya terpilih dengan perolehan suara 63 persen.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fdn/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%