detikcom
Selasa, 10/09/2013 00:04 WIB

Robert Tantular Mengaku Kaget Dana Bailout Century Jadi Rp 6,7 T

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Robert Tantular (berbaju batik)
Jakarta - Mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular diperiksa selama 11 jam oleh penyidik KPK. Robert mengaku dicecar penyidik soal kronologis pengajuan bailout terhadap bank Century.

"Hari ini lebih pendalaman kepada kronologi bagaimana permohonan dari direksi bank Century hanya Rp 1 triliun bantuan likuiditas dari Bank Indonesia, tetapi nyatanya bailoutnya Rp 6,7 triliun. Itu kan mengagetkan," kata Robert di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2013) malam.

Dia mengaku tidak tahu sama sekali soal peningkatan anggaran liquiditas. Dia berdalih saat dana talangan cair, Robert tengah mendekam di tahanan Mabes Polri karena terjerat kasus penggelapan dana nasabah.

"Itulah yang perlu didalami oleh KPK. Jadi kita harapkan kpk independen untuk membuka hal ini," tambahnya.

Saat ditanya soal penetapan bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, Robert mengaku tidak tahu menahu.

Dia menuduh pihak LPS secara sepihak menyatakan bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

"Tidak pernah ditanya setuju tidak setuju, langsung diambil alih oleh LPS secara pihak," tegas Robert.

Seperti diketahui, Bank Indonesia menggelontorkan dana Rp 6,7 triliun untuk melakukan bailout terhadap bank Century. Dana bailout dicairkan dalam tiga tahap setelah bank Century dianggap sebagai bank gagal berdampak sistemik.



Korban salah tangkap dibakar hidup hidup dan ditembak agar mengakui tuduhan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(kha/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
54%
Kontra
46%