Senin, 09/09/2013 14:19 WIB

Polisi Undang KPAI dalam Menyelidiki Kecelakaan Dul

Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Kepolisian berhati-hati menyelidiki kasus kecelakaan maut yang melibatkan putra Ahmad Dhani-Maia Estianty, Ahmad Abdul Qodir Jaelani (Dul) di Tol Jagorawi. Polisi akan mengungang pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam penyelidikan yang melibatkan anak di bawah umur itu.

"Namun kita tidak mau salah langkah. Yang jelas, ini sudah ada korban jiwa. Kita akan undang saksi ahli, KPAI, Kak Seto nanti kita undang untuk lakukan koordinasi," jelas
Kasubdit Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9/9/2013).

Ditemui secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto juga mengatakan hal serupa. Dul, dalam proses penyidikan akan diberikan perlakuan khusus karena usianya yang masih di bawah umur.

"Kita libatkan Komnas Anak atau KPAI juga," kata Rikwanto.

Polisi sejauh ini sudah memeriksa empat orang saksi. Kepolisian belum menetapkan tersangka dalam perkara itu.

Peristiwa kecelakaan terjadi di KM 8+200 Tol Cibubur, Minggu (8/9) dini hari lalu. Saat itu, mobil Lancer B 80 SAL yang dikemudikan Dul, mengarah dari Bogor ke Jakarta. Mobil Dul kemudian menabrak guardrail yang membatasi rua tol ke dua arah itu, lalu masuk ke jalur berseberangan yang menuju ke arah Bogor.

Mobil Lancer kemudian menabrak mobil Daihatsu Gran Max hingga mobil Toyota Avanza yang berada di depannya terdorong. Akibat kecelakaan ini, 6 orang tewas dan 9 orang luka berat.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mei/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%