Senin, 09/09/2013 13:26 WIB

Dul Resmi Tersangka dalam Kecelakaan Maut di Tol Jagorawi

Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Kepolisian menetapkan status hukum terhadap AQJ alias Dul dalam kecelakaan maut di tol Jagorawi, Minggu (8/9) dini hari kemarin. Dul yang berusia 13 tahun kini resmi menjadi tersangka dalam kecelakaan yang menewaskan 6 orang dan membuat 9 lainnya luka-luka itu.

"Kaitan dengan kasus kecelakaan ini, Dul statusnya tersangka karena yang mengemudikan mobil adalah Dul. Mobil tersebut hilang kendali, menabrak pembatas tol, menabrak Gran Max sehingga mengakibatkan 6 orang meninggal dunia dan 9 orang lainnya luka-luka," jelas Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (9/9/2013).

Rikwanto mengatakan, atas kelalaiannya dalam berkendara sehingga mengakibatkan orang lain luka dan meninggal, Dul dijerat dengan Pasal 310 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Penetapan tersangka terhadap Dul, kata Rikwanto berdasar fakta di lapangan bahwa kendaraan Lancer B 80 SAL hilang kendali sehingga mengakibatkan kecelakaan dengan menabrak Gran Max.

"Dan mobil Lancer itu dikemudikan oleh Dul," ucap Rikwanto.

Mengenai penyebab kenapa hilang kendali ini masih dianalisa apakah ada faktor kelalaian atau faktor lain.

Sementara itu, terkait Dul yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), Dul tidak dipersangkakan.

"Karena pasal tidak mengantongi SIM itu kan bagi orang dewasa yang mengemudikan kendaraan, sementara ini anak di bawah umur, sudah jelas dia tidak boleh mengemudikan kendaraan," jelas Rikwanto.

Pihak kepolisian telah meminta keterangan dari empat orang saksi yakni 2 orang penumpang Toyota Avanza dan dua orang petugas derek. Hari ini, polisi akan memeriksa dua anggota Patroli Jalan Raya (PJR) yang saat itu menangani kecelakaan tersebut.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(mei/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%