Detik.com News
Detik.com
Senin, 09/09/2013 12:55 WIB

Korban Investasi 2 Ton Emas Ngadu ke KY, Minta Peradilan Bersih

Rivki - detikNews
Korban Investasi 2 Ton Emas Ngadu ke KY, Minta Peradilan Bersih ilustrasi (rahman/detikcom)
Jakarta - Korban penipuan investasi emas CV Raihan Jewellery (RJ) mengadu ke Komisi Yudisial (KY). Mereka meminta KY untuk mengawasi persidangan dengan terdakwa Dirut CV RJ, M Azhari.

"Kami minta KY memantau jalannya sidang dengan alasan bahwa kasus penipuan investasi emas Raihan Jewellry adalah kasus nasional, korban penipuan mencapai 3 ribu orang di seluruh Indonesia dengan kerugian para korban adalah ratusan miliar hingga triliunan rupiah," kata nasabah korban penipuan, Lena Wati, di Gedung KY, Jl Kramat Raya, Jakarta, Senin (9/9/2013).

Lena mengatakan, sidang kasus tersebut diketuai oleh majelis hakim Syafruddin Ainur Rofiek. Dia minta agar KY mengawasi supaya proses persidangan berjalan bersih. Lena datang seorang siri tanpa didampingi korban lainnya.

"Kita juga meminta agar hakim memberi hukuman maksimal," imbuhnya.

Kasus ini bermula pada 25 Febuari tahun lalu, Polda Jawa Timur menerima laporan dari tiga korban penipuan yang disangkakan pada CV RJ. Kepolisian Daerah Jawa Timur telah menetapkan tiga tersangka kasus dugaan penipuan dalam investasi emas PT Raihan Jewellery. Ketiga tersangka itu ialah Direktur PT Raihan Muhammad Anzhari dan dua karyawannya berinisial T dan MG.

Sidang Kasus ini masih bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya (PN Surabaya) dengan agenda pemanggilan saksi ahli.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rvk/asp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%