detikcom
Senin, 09/09/2013 11:48 WIB

Polisi Kaji Penyelesaian Kasus Dul di Luar Pengadilan

Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Pihak kepolisian masih mengkaji penerapan hukum terhadap AQJ (13) atau Dul dalam kecelakaan maut di Tol Jagorawi yang menewakan 6 orang dan 9 orang luka berat. Polisi juga akan mengkaji penerapan restoratif dan diversi justice system dalam kasus kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur.

Pola restoratif dan diversi justice system lebih mengedepankan mediasi di luar pengadilan untuk menyelesaikan masalah. Kasubdit Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono mengatakan, pihaknya akan melibatkan ahli hukum dalam kasus kecelakaan ini.

"Nati kita kordinasi dengan ahlinya dulu. Karena ini dikatakan masih 13 tahun. Masih anak-anak, bagaimana penyelesaiannya. Kan ada penyelesaian di dalam UU Perlindungan Anak ya restorasi dan diversi justice system itu," jelas Hindarsono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (9/9/2013).

Hindarsono mengatakan, dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), sudah jelas bahwa seseorang yang mengakibatkan orang lain luka atau meninggal karena kelalaiannya, dapat dikenakan Pasal 310.

Namun, dalam kasus ini, polisi sangat berhati-hati karena melibatkan anak di bawah umur sebagai terduga pelakunya. Polisi juga akan mengkaji UU Perlindungan Anak dalam upaya proses hukum tersebut.

"Pasal yang kita kenakan kita masih dalami dulu, pasal 310 ayat 4. Namun demikian kita dalami dulu dengan UU Peradilan Anak, kaitan dengan UU perlindungan anak," kata dia.

Untuk saat ini, lanjut dia, polisi masih memfokuskan untuk menyelidiki penyebab kecelakaannya dulu.

"Jadi tidak ada spesialisasi karena siapa karena siapa, tidak ada. Petugas kepolisian menyidik dengan sebaik-baiknya," imbuhnya.

Sementara itu, pihak kepolisian sudah memeriksa 4 orang terkait kecelakaan itu. Proses penyelidikan terus dilakukan dengan mengundang beberapa saksi ahli lainnya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/asp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%