Detik.com News
Detik.com
Senin, 09/09/2013 10:59 WIB

Istri Korban Tewas Kecelakaan Berharap Ahmad Dhani Biayai Sekolah Anaknya

Arbi Anugrah - detikNews
Istri Korban Tewas Kecelakaan Berharap Ahmad Dhani Biayai Sekolah Anaknya
Purbalingga - Khusnul Khotimah (27) hanya bisa menangis. Dia masih tak percaya, suaminya Agus Wahyudi (40) meninggal karena kecelakaan AQJ alias Dul di Tol Jagorawi. Dia juga memikirkan nasib 3 anak-anaknya yang masih kecil.

"Pendidikan anak-anak saya yang bertanggung jawab siapa?" kata Khusnul saat ditemui di rumahnya di Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (9/9/2013).

Berkerudung biru dan memakai pakaian hitam, Khusnul beharap Ahmad Dhani mau menjamin semua biaya pendidikan anak-anaknya. Yang tertua perempuan kelas 3 SD, yang kedua laki-laki masih TK, dan seorang lagi laki-laki masih bayi.

"Kakak saya sudah bilang ke Ahmad Dhani dan timnya," jelas Khusnul. Agus merupakan salah satu penumpang Gran Max.

Agus bekerja di Astra. Tugasnya mengambil mobil dari Cikarang. Pada Sabtu (7/9) malam dia pergi ke Cikarang guna mengambil mobil. Mereka selama ini tinggal di Jombang, Ciputat. Kecelakaan terjadi pada Minggu (8/9) dini hari.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(arb/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita »
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%