detikcom
Senin, 09/09/2013 09:51 WIB

Mahkamah Agung: Dul, Putra Ahmad Dhani, Sudah Dianggap Dewasa

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Putra bungsu Ahmad Dhani, AQJ alias Dul (13), terlibat kecelakaan maut. Sebagian orang menilai Dul masih anak-anak sehingga perlu pertimbangan matang untuk memidanakannya.

Namun berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) sesuai catatan detikcom, Senin (9/9/2013), Dul ternyata sudah dianggap dewasa. Penilaian ini diputuskan saat
Ahmad Dhani-Maia Estianty terjadi perebutan anak-anak keduanya.

Dalam putusan itu MA menyerahkan kepada Al, El dan Dul untuk memilih apakah ikut dengan Dhani atau dengan Maia dengan alasan anak-anaknya dianggap sudah dewasa.

"Anak-anaknya dianggap sudah dewasa dan mempunyai hak untuk memilih apakah akan ikut ayahnya atau ibunya," kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur pada 27 Mei 2013.

Perkara nomor 12 PK/AG/2012 diadili oleh majelis PK yang diketuai oleh Ahmad Kamil dengan anggota Rifyal Ka'bah dan Abdul Gani Abdullah. Putusan dengan panitera pengganti Cecep Habibullah masuk kategori gugat cerai dan diketok pada 14 Mei 2013.

Hingga saat ini, putusan lengkap belum selesai diketik sehingga tidak diketahui apa maksud dianggap dewasa menurut MA.

Kecelakaan yang melibatkan Dul terjadi sekitar pukul 00.45 WIB, Minggu (8/9) di KM 8 tol Jagorawi. Dul diduga melaju dengan kecepatan 105,8 kpj, menghantam pembatas jalan tol, berbelok ke arah sebaliknya, lalu menghantam Avanza dan Gran Max. Enam orang tewas dan sembilan orang luka berat.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(asp/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%