Minggu, 08/09/2013 09:42 WIB

Ini Dia Lokasi Kecelakaan Maut Anak Ahmad Dhani

Arifin Asydhad - detikNews
TKP di Jagorawi
Jakarta - Pecahan-pecahan kaca dan serpihan mobil masih terlihat di lokasi kecelakaan anak Ahmad Dhani, Abdul Qadir Jaelani. Besi pembatas tol remuk ditabrak mobil Lancer yang dikendarai bocah yang akrab disapa Dul itu.

Lokasi kecelakaan anak Ahmad Dhani ini berada di KM 8 Tol Jagorawi. Pemantauan detikcom, Minggu (8/9/2013), hingga pukul 09.15 WIB proses evakuasi tahap akhir masih berlangsung.

Masih tampak mobil Daihatsu Grand Max warna silver yang ringsek, yang merupakan salah satu mobil yang terlibat tabrakan beruntun pada dini hari tadi. Mobil itu tampak sudah dinaikkan ke mobil derek dan siap diderek ke arah Jakarta.

Beberapa petugas Jasa Marga juga masih berada di lokasi. Akibat proses evakuasi ini, lalu lintas kendaraan dari arah Jakarta menuju Bogor macet dari KM 6. Sementara arus kendaraan dari arah Bogor tersendat menjelang lokasi.

Besi pembatas jalan tampak penyok. Bahkan satu besi pembatas jalan patah setelah ditabrak mobil yang dikendarai Dul yang masih berusia 13 tahun itu dari arah Bogor. Setelah menabrak pembatas, mobil anak Ahmad Dhani terbang ke jalur yang mengarah ke Bogor, sehingga terjadi tabrakan beruntun.

Dahsyatnya tabrakan itu masih terlihat jelas. Selain dari ringseknya pembatas jalan dan kondisi mobil Grand Max, serpihan-serpihan mobil juga masih terserak. Antara lain ada potongan bemper yang terlepas dan pecahan kaca.

Juga ada dua jaket hitam dan cokelat yang dibiarkan di pinggir jalan. Serpihan bagian-bagian mobil yang lain juga masih ada di lokasi. Lima orang di Grand Max tersebut meninggal dunia.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(asy/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
57%
Kontra
43%