Sabtu, 07/09/2013 22:34 WIB

Lumba-lumba yang Nyasar di Sungai Gagal Digiring ke Laut

Khairul Ikhwan - detikNews
Petugas Giring Lumba-lumba ke Laut
Langkat - Upaya menggiring 3 lumba-lumba yang tersesat di sungai untuk kembali ke laut di Langkat, Sumatera Utara (Sumut), berakhir gagal. Setelah sempat ikut beberapa meter, ketiganya balik lagi ke tempat semula.

Petugas yang berada di atas tiga perahu karet dan kayu sudah berupaya menggiring lumba-lumba itu ke arah hilir sungai, menuju laut. Namun ketiga mamalia ini balik lagi ke posisinya semula di tengah alur Sungai Wampu yang berada di Desa Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Langkat.

“Lumba-lumba itu tidak mau ikut. Mereka kembali lagi ke tempatnya semula,” kata Kepala Seksi Wilayah 2 Stabat, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Herbert Aritonang kepada wartawan di lokasi, Sabtu (7/9/2013) malam.

Dugaan sementara, lumba-lumba jenis hidung botol (Tursiops truncatus) ini mengalami masalah pada sistem sonarnya. Kondisi di sungai membuat navigasi utamanya ini tidak berfungsi dengan baik.

Terkait situasi ini, maka tim evakuasi yang berasal dari berbagai lembaga pemerintahan dan masyarakat, tengah merencanakan langkah berikutnya. Terbuka peluang akan diambil tindakan evakuasi dengan menggunakan stretcher, alat angkat semacam tandu yang khusus untuk lumba-lumba.

“Alat itu ada dibawa tim yang dari Jakarta Animal Aid Network,” kata Herbert.

Tekniknya, ketiga lumba-lumba akan dilokalisir ke daerah yang aman dengan kapal dan jaring. Selanjutnya dievakuasi dengan stretcher itu dan dibawa ke laut naik perahu.

Semua opsi yang ada tengah dibahas tim yang masih rapat di Mapolsek Secanggang. Nantinya hasil rapat yang menentukan opsi yang akan diambil dalam upaya mengembalikan lumba-lumba itu ke habitatnya di laut yang berjarak sekitar 15 kilometer dari lokasinya tersesat sekarang.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rul/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%