detikcom
Sabtu, 07/09/2013 18:51 WIB

Miss World Diadakan Cuma di Bali Bukan Karena Ancaman

Salmah Muslimah - detikNews
Foto: Ilustrasi
Jakarta - Pemerintah akhirnya memutuskan penyelenggaraan kontes ratu kecantikan dunia hanya dilaksanakan di Pulau Bali. Hal ini dilakukan bukan karena adanya ancaman dari pihak lain, tapi karena mempertimbangkan pendapat berbagai pihak.

"Saya rasa tidak ada ancaman seperti itu yang ada pendapat-pendapat dari masyarakat, kan kita macam-macam ada yang punya sensitifitas tinggi. Dengan pertimbangan yang matang jadi semua diselenggarakan di Bali," kata wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Sapta Nirwandar di kediaman Wapres Boediono, Jl Diponegoro, Jakarta, Sabtu (7/9/2013).

Sapta mengatakan, keputusan ini sudah berdasarkan pertimbangan dari berbagai aspek. Salah satunya aspirasi masyarakat soal ajang Miss World ini.

"Aspirasi masyarakat juga kita hargai yang menghendaki Miss World diadakan di Bali jadi saya rasa enggak ada masalah karena di Bali juga sudah siap," ujar Sapta.

Sapta mengungkapkan ajang ini merupakan salah satu cara untuk mempromosikan Indonesia ke dunia. Para peserta akan bercerita tentang Indonesia saat mereka kembali ke negaranya.

"Positif ada 2 hal pertama kita tidak hanya memperkenalkan Indonesia ke dunia, dengan 142 negara mereka bisa bercerita tentang Indonesia, tentang alam, keramahan kita juga budaya kita," kata Sapta.

Sapta menambahkan pemerintah juga sudah mengusulkan kepada penyelenggara akan meniadakan kontes bikini. Hal ini dilakukan karena menyesuaikan dengan budaya timur Indonesia.

"Sudah, yang menjadi persoalan adalah tidak sesuai dengan budaya kita, tapi kali ini Indonesia sebagai penyelenggara menerapkan tidak boleh ada itu (bikini) tapi diganti dengan pakaian daerah. Mereka sudah terima itu dan tidak ada lagi masalahnya. Bahkan itu jadi nilai tambah buat mereka belajar tentang kebaya dan pakaian lainnya," kata Sapta.

Sebelumnya Menko Kesra Agung Laksono dalam jumpa pers di rumah dinas Wapres Boediono mengatakan ajang Miss World akan diselenggarakan di Pulau Bali dari tanggal 8-28 September.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(slm/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%