Sabtu, 07/09/2013 15:08 WIB

Komnas HAM Nilai Vonis Terdakwa Kasus Cebongan Tergolong Ringan

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Terdakwa kasus Cebongan (Bagus Kurniawan/ detikcom)
Jakarta - Komnas HAM menyayangkan vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim terhadap para terdakwa kasus penyerangan Lapas Cebongan. Menurut Komnas HAM vonis yang dijatuhkan terlalu rendah dan dinilai tidak memenuhi aspek keadilan.

"Vonis terhadap 12 terdakwa belum mencerminkan putusan yang sesuai dengan penegakan hukum serta tidak berperspektif pada nilai-nilai kemanusiaan," ujar ketua Komnas HAM, Siti Noor Laila.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers hasil pantauan Komnas HAM pada persidangan kasus Cebongan di kantor Komnas HAM, Jl Latuharhari, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9/2013).

Laila menjelaskan, seharusnya para terdakwa dijatuhi hukuman minimal 20 tahun penjara sesuai dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Menurutnya ke 12 anggota Koppassus itu telah terbukti melakukan pembunuhan berencana.

"Bahkan putusan terhaadap terdakwa yang lain kurang dari dua tahun dan tidak dipecat dari kesatuan TNI," tambah Laila.

Untuk menindak lanjuti hal ini, Komnas HAM mendorong Oditur militer untuk segera mengajukan banding. Komnas HAM berharap ada rasa keadilan untuk para keluarga korban.

"Kami akan dorong Oditur Militer untuk segera mengajukan banding," tegas Laila.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(kha/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
37%
Kontra
63%