detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 15:26 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 05/09/2013 17:16 WIB

Tak Ada Penganiayaan Pada Pesinetron yang Tewas Membusuk di Tanah Abang

Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Artis sinetron, Prahara Adi Mahesa (32), ditemukan tewas dalam kondisi jenazah sudah membusuk di kamar kost-nya di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakpus. Pria itu diduga tewas karena sakit.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya tidak menemukan kejanggalan dalam kematian Prahara itu.

"Tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan (pada jasad korban). Keluarga minta agar segera dimakamkan. Berdasarkan visum luar tidak ada tanda penganiayaan sehingga tidak diotopsi," jelas Rikwanto di kantornya, Jakarta, Kamis (5/9/2013).

Prahara ditemukan tewas di kamar kostnya di Gang 38 No 29 RT 014/04 Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu 4 September 2013 kemarin. Saat ditemukan saksi, korban sudah dalam keadaan tewas dengan kondisi sudah membusuk.

Dari hasil olah TKP, diperkirakan korban sudah meninggal 5 hari sebelumnya. Selama itu pula, warga setempat tidak pernah melihat kamar kost korban didatangi tamu.

"Tidak ada yang tahu sebabnya apa dan selama itu tidak ada yang berkunjung hingga tercium bau busuk," kata Rikwanto.

Korban pertama kali ditemukan oleh saksi yang bekerja di kost-kostan tersebut. Saat itu, saksi mencium bau busuk menyengat dari balik pintu kamar korban.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mei/nal)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%